gambar1

Kreatif Menerapkan Metode Pembelajaran Jigsaw

gambar1

Metode pembelajaran Jigsaw dikembangkan oleh Aronso dan koleganya. Dalam penerapan dibagi dalam dua kategori, yakni kelompok ahli (expert group) dan kelompok asal (home group).

Dalam penerapan sering kali guru kebingungan untuk membedakan kelompok ahli dan kelompok awal. Biasanya, guru memberi kertas yang memiliki warna sama. Tetapi, kali ini saya memiliki cara yang berbeda dan lebih menarik. Saya mengadopsinya dari Universitas Unisyah yang mengembangkan metode ini melalui video yang diupload di youtube.

Ketika itu, saya melihat video tentang metode Jigsaw. Sungguh menarik, untuk membedaka kelompok awal dan kelompok ahli, dilakukan dengan memberikan rompi kepada para mahasiswa.

Hal ini juga saya lakukan di FKIP UMSU, hampir selama dua tahun terakhir mengajar, saya selalu menerapkan metode Jigsaw ini dalam pembelajaran di kelas. Di sini, sebagai pengajar awalnya saya memberikan materi pada kelompok asal untuk dicari.

Masing-masing mahasiswa diberi rompi yang berwarna-warna untuk menandakan mereka adalah kelompok asal.  Masing-masing anggota di kelompok asal mencari bahan pembelajaran. Mereka bisa saja memperoleh bahan tersebut melalui berbagai sumber, seperti searching di google, atau dari buku-buku yang dimiliki. Bahkan, dalam belajar di kelompok asal ini. Mahasiswa, bisa belajar diam, mereka hanya mencari bahan-bahan sebanyak-banyak agar bisa dibahas dan didiskusikan di kelompok ahli.

Selanjutnya, kelompok asal yang tentunya memiliki warna rompi yang sama, berkumpul dan disebut kelompok ahli. Mereka kemudian berdiskusi dan menentukan kesepakatan materi yang nantinya akan dijelaskan di kelompok asal. Kali ini kesepakatan dibuat dalam bentuk karya yang ditulis di atas kertas kartun. Hal ini untuk memudahkan anggota kelompok ahli memahami materi.

Setelah cukup memahami materi, selanjutnya mahasiswa kembali ke kelompok asal. Di sini, masing-masing anggota kelompok menjelaskan secara bergantian materi yang dibahas.

Masing-masing anggota kelompok terlihat sangat antusias (lihat video) memberikan penjelasan dari kesepakatan di kelompok ahli. Mereka benar-benar menikmati pembelajaran dan berusaha memberi penjelasan sebaik-baiknya agar anggota di kelompok asal tersebut memahami semua materi. Guru di sini hanya sebagai fasilitator. Selanjutnya, untuk evaluasi, saya mencoba memberikan pertanyaan random, jika pertanyaan tersebut bisa dijawab oleh seluruh peserta didik di kelompok asal tentunya metode jigsaw ini berhasil. Apalagi, pertanyaan tentang materi tersebut tepat bagi mereka yang dikelompok ahli diharapkan penjelasan lebih detail dan mendalam.

Selama dua tahun menggunakan metode Jigsaw ini. Ada beberapa catatan yang bisa dibagikan;

  1. Pembelajaran ke depan tidak lagi berpusat kepada guru (teacher centered learning) tetapi berpusat kepada siswa. (student centered learning). Maka metode Jigsaw merupakan salah satu metode yang disarankan untuk diterapkan dalam kelas. Penggunaan metode Jigsaw bisa dilakukan selama dua pertemuan.
  2. Memodifikasi metode jigsaw tentunya membuat mahasiswa semakin semangat belajar. Pembagian kelompok dengan menggunakan rompi bola membuat mahasiswa awalnya bertanya. Mau melakukan apa, dan biasanya meminta rompi tersebut untuk pulang. Setelah diberi penjelasan. Mahasiswa memahami dan akhirnya mereka semakin bersemangat untuk berdiskusi.
  3. Agar lebih menarik lagi. Sebaiknya dosen/guru memberikan kuis atau evaluasi tersebut dengan memanfaatkan teknologi seperti computer. Melalui program Microsoft Power Point, kita bisa memberikan quiz yang membuat siswa deg-degkan. Misalnya, mahasiswa yang akan kita uji tersebut memilih nomor yang sudah dibuat. Nomor tersebut harus terkoneksi dengan pertanyaan. Nah, ketika pertanyaan tersebut jatuh kepada mahasiswa yang bernomor kelompok asal (misalnya nomor 1 kelompok 2 atau 1.2) tentunya membuat mahasiswa semakin penasaran dan ini mampu memancing adrenalin mereka.
  4. Dari metode ini, proses pembelajaran menyentuh tiga ranah kognitif, afektif dan psikomotorik.

Akhirnya, ketika kreatif dalam pembelajaran menggunakan beberapa metode, mahasiswa kita akan senang dan mereka akhirnya bertanya-tanya. Besok dosen menggunakan metode apalagi. Inilah yang saya rasakan ketika setiap  dalam satu semester tersebut selalu berganti-ganti menggunakan metode pembelajaran.

Berikut Tahap Pembelajarannya ;

  1. Mahasiswa dikelompokkan ke dalam tim-tim yang terdiri dari beberapa siswa (disebut kelompok asal).
  2. Tiap anggota dalam tim di kelompok asal diberi materi yang berbeda-beda.

Setiap mahasiswa atau anggota kelompok diberi materi yang berbeda-beda dan mereka harus mencari sebanyak-banyaknya. Belajarnya senyap

    Setiap mahasiswa atau anggota kelompok diberi materi yang berbeda-beda dan mereka harus mencari sebanyak-banyaknya. Belajarnya senyap.

3. Anggota kelompok asal yang ditandai dengan rompi yang berwarna-warni. Tentunya yang memiliki rompi warna sama mempelajari bagian/subbab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli).

Di kelompok ahli, mereka berdiskusi, membahas materi yang sama-sama ditugaskan. Menyepakati hasil diskusi sehingga memudahkan untuk menjelaskan ketika kembali ke kelompok asal.
Di kelompok ahli, mereka berdiskusi, membahas materi yang sama-sama ditugaskan. Menyepakati hasil diskusi sehingga memudahkan untuk menjelaskan ketika kembali ke kelompok asal.
Dosen terkadang memberi masukan terhadap kesimpulan kelompok ahli yang dibuat dalam kertas kerja.
Dosen terkadang memberi masukan terhadap kesimpulan kelompok ahli yang dibuat dalam kertas kerja.
Untuk memudahkan pemahaman kelompok ahli biasaya memasang hasil kerja
Untuk memudahkan pemahaman kelompok ahli biasaya memasang hasil kerja

4. Setelah selesai diskusi di kelompok ahli, tiap-tiap anggota kelompok kembali kelompok asal dan bergantian mengajarkan teman satu tim merkea tentang materi yang mereka kuasai. Tiap anggota lain mendengar dengan sungguh-sungguh. Suasana di sini menunjukkan, mahasiswa benar-benar belajar, karena mereka harus benar-benar memberi penjelasan sebaik-baiknya.

Mahasiswa dengan antusias memberi penjelasan.
Mahasiswa dengan antusias memberi penjelasan.
Mahasiswa memakai rompi putih terlihat antusias menjelaskan materi kepada teman-temannya,
Mahasiswa memakai rompi putih terlihat antusias menjelaskan materi kepada teman-temannya.

5. Tiap tim ahli mempresentasei hasil diskusi. Hasil tersebut bisa berbentuk karya tugas yang dipasang di depan kelas atau tim melalui perwakilan maju menjawab pertanyaan dosen.

Tim ahli mempresetasi hasil diskusi kepada dosen
Tim ahli mempresetasi hasil diskusi kepada dosen

 

6.Dosen memberi evaluasi kepada kelompok ahli.

Dosen memmebri evaluasi
Dosen memmebri evaluasi

7. Penutup

Gambar-gambar kelompok ahli selama pelaksanaan metode jigsaw.

kelompok-ahli-1

kelompok-ahli-6kelompok-4kelompok-ahli-2kelompok-ahli-3

kelompok-ahli-7

kelompok-5

Sumber;

1.Video jigsaw Unsiyah

2. Inovasi Pembelajaran (Ridwan Abdullah Sani)

Fotografer

WS Hussein.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Name *
Email *
Website