Observasi Mahasiswa FKIP UMSU ke SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan-05

Sisi Lain Observasi ke SMK N 1 Percut; Cerita Pak Ariadi, Tegas Tapi Melayani

Observasi Mahasiswa FKIP UMSU ke SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan-05Mahasiswa program studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMSU mengadakan kunjungan ke SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan untuk melakukan observasi dan belajar secara langsung praktik Manajemen Pendidikan, Rabu (10/5). Kunjungan diterima Kepala SMK Negeri 1 PS Tuan diwakili PKS 1 Bidang Kurikulum Selamat Ariadi, SS didampingi Koordinator Guru Ernalaili, MSi.
Selamat Ariadi mengatakan, menyambut mahasiswa dengan rasa suka dan cita. Dia menyampaikan pengalamannya membantu Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan untuk melaksanakan manajemen pendidikan dengan baik. Salah satunya bagaimana proses belajar mengajar berjalan dengan baik. Bahkan, Pak Selamat Ariadi bercerita bagaimana dirinya harus tegas terhadap anak didik. Namun ketegasan tersebut tetap dibarengi dengan melayani. “Saya kalau ada mahasiswa tidak bisa diatur langsung diambil tindakan tegas. Semua siswa mengetahui itu. Tetapi, sikap tegas tersebut tidak dendam. Ketika siswa hendak berususan apapun tetap saya layani dengan ramah dan baik. Jadi tegas tapi melayani,” ucapnya di hadapan¬†mahasiswa FKI UMSU.

Selain sikap yang tegas, Selamat Ariadi berpesan agar mahasiswa UMSu yang kuliah di kampus swasta harus mampu menghilangkan image negatif yakni bisa lulus walaupun hanya sekadar datang, duduk, diam, dengar dan lulus.
“Paradigma tersebut harus dihilangkan. Tidak ada gunanya menjadi sarjana jika tidak memiliki ilmu. Alasannya cukup sederhana, ketika terjun ke sekolah, ada anak didik bertanya tetapi tidak bisa melayani pertanyaan yang diajukan anak didik berarti tidak kompeten. Maka, belajarlah kepada siapa saja yang memang pantas ditanya. Jangan hanya mengandalkan datang, duduk, diam, dengar dan lulus tetapi tidak ada ilmunya,” katanya.
Dia mengatakan, semua dosen pasti memiliki kompetensi. Maka, ketika mahasiswa tidak memiliki kompetensi di antaranya disebabkan tidak belajar sungguh-sungguh karena memang dosen/guru yang berhasil mampu menjalin komunikasi dengan siswanya. Observasi Mahasiswa FKIP UMSU ke SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan-06
Bukan malah arogan. Dulu, ketika ada guru ditanya marah. Saat ditanya bukan menjawab malah menghardik. “Kondisi ini pernah terjadi pada pendidikan di Indonesia, namun setelah diselidiki ternyata guru tersebut bersikap demikian karena memang tidak mengetahui cara menjawabnya,” cerita Selamat Ariadi.
Kepada mahasiswa FKIP yang bakal menjadi guru, dirinya berpesan agar nantinya ketika menjadi guru pasti ditanya para peserta didik. Ketika kita tidak memahami maka harusnya guru juga jujur mengatakan kepada peserta didik. “Oh ya, yang ini saya belum mengerti, beri saya waktu satu minggu. Mudah-mudahan minggu depan saya mengetahui jawabannya,”ujarnya.
Anak-anak zaman sekarang jauh lebih kritis dibandingkan dengan anak-anak pada zaman dahulu. Maka, guru harus mampu mengembangkan tanggungjawab dan bisa memilah mana yang harus didahulukan. Kepentingan keluarga atau anak didik. “Anak di rumah memang tanggungjawab bapak/ibu guru tetapi tanggungjawab di sekolah harus dipenuhi. Misalnya masuk pukul 07.15 WIB. Maka, pada waktu tersebut harus sudah berada di sekolah,” katanya.
Selain bicara tentang menjadi guru yang baik. Selamat Ariadi juga menjelaskan manajemen pendidikan. Menurutnya kondisi sekolah dan sejumlah program yang dibuat menjadikan SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan terbaik bahkan anak didiknya berprestasi di tingkat Sumut, nasional bahkan internasional. Observasi Mahasiswa FKIP UMSU ke SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan-01
Sedangkan pembinaan yang dilakukan agar anak didik disiplin tentunya membuat peraturan yang transparan. Anak-anak harus mengetahui peraturan bahkan nilai jika melanggar. “Saat ditemui anak-anak melanggar peraturan, maka dipanggil. Tetapi, jika peraturan yang dilanggar berat, sekolah tidak segan mengembalikan kepada orangtua,” katanya.
Observasi berlangsung penuh kekeluargaan. Mahasiswa diberi kesempatan untuk bertanya. Salah satunya tentang aksi corat coret pascaUN. Selamat Ariadi menegaskan, SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan melarang siswa melakukan aksi corat coret di lingkungan sekolah dan di seputaran sekolah.

Dosen pengampuh mata kuliah Manajemen Pendidikan, Muhammad Arifin, MPd mengatakan, observasi untuk menambah wawasan mahasiswa tentang Manajemen Pendidikan karena teori saja tidak mencukupi. Dengan berkunjung ke sekolah mahasiswa jadi mengetahui praktik-praktik terbaru manajemen pendidikan dan bagaimana antisipasi dan solusi menyelesaikan persoalan manajemen pendidikan di sekolah.
Usai pembukaan, mahasiswa diajak untuk melihat fasilitas sekolah. Mulai dari pelayanan di tata usaha, ruang kelas, ruang guru, sarana dan prasarana lain, layanan khusus seperti perpustakaan, UKS, dan lainnya. Acara diakhiri dengan foto bersama.

Observasi Mahasiswa FKIP UMSU ke SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan-03Observasi Mahasiswa FKIP UMSU ke SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan-04

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Name *
Email *
Website